Resume Seminar OSKM ITB 2013

Nama    : Jessica

NIM       : 16613382

 

Puncak dari rangkaian acara OSKM 2013 pada hari ini tidak lain dan tidak bukan adalah Seminar OSKM 2013. Seminar OSKM 2013 dimulai pada pukul 14.30 WIB di Sasana Budaya Ganesha Institut Teknologi Bandung. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh maba dan para undangan yang hadir. Selanjutnya, Sekretaris Jenderal OSKM 2013 Benito Reyhan memberikan kata sambutan, disusul oleh Presiden KM ITB, Nyoman Anjani. Wakil Rektor Bidang Akademik ITB, Bpk Kadarsah Suryadi pun turut memberikan kata sambutan. Beliau sangat menghargai kedatangan para narasumber yang sudah meluangkan waktunya untuk mengisi acara sebagai pembicara pada hari ini.

Seminar pada hari ini mengundang Maria Selena, Putri Indonesia 2011 sekaligus alumni SBM ITB sebagai moderator seminar. Pembicara pada hari ini berjumlah 4 orang, yaitu Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan RI, Indra Hidayat dari WANADRI, Tri Mumpuni, dan Seterhen Akbar dari Riset Indie.

  • Gita Wirjawan

Pembicara pertama pada hari ini, Bapak Gita Wirjawan, memberikan materi yang didominasi oleh keadaan perekonomian Indonesia dan bagaimana kita sebagai generasi harapan bangsa dapat berperan dalam memajukan keadaan tersebut. Semangat kemahasiswaan harus kental dengan kearifan lokal. Perayaan Hari Kemerdekaan RI setiap tanggal 17 Agustus merupakan hari kemerdekaan diri kita sendiri sebagai juara yang akan mewakili kepentingan Indonesia di abad ke-21. Sebagai negara dengan perekonomian terbesar nomor 15 di dunia, Indonesia membutuhkan orang yang mengerti kebutuhan rakyat. Indonesia akan menjadi negara yang sukses apabila mengedeoankan pluralismenya sambil tetap menjaga stabilitas ekonomi dan politik. Perekonomian Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak menghilangkan kearifan dan budaya lokal serta pemuda yang proaktif dan penuh inisiatif. 

Sebagai bangsa Indonesia kita juga butuh untuk meng’gangnam’kan dan meng’garuda’kan diri sendiri melalui kemahiran bertekologi, kesinambungan demokrasi, kekayaan budaya, dan kemajuan ekonomi. Jumlah barang konsumsi Indonesia selama 20 tahun mendatang mencapai 360.000 triliun dolar US. Tantangan yang kita hadapi adalah bagaimana caranya untuk mengisi barang konsumsi tersebut dengan produk asli Indonesia. Kita harus menghilangkan budaya murah kenyang, tetapi menggantinya dengan menumbuhkan budaya bangga berbangsa.

 Selanjutnya, Pak Gita memberi contoh negara Korea Selatan. Korea Selatan pada zaman penjajahan dianggap sebagai negara yang malas dan bodoh. Hingga pada akhirnya setelah mereka mendapatkan kemerdekaan, mereka memulai reformasi agraria yang menyebab mereka bisa mengalami kemajuan ekonomi yang sangat pesat. Korea Selatan yang kita tahu sekarang merupakan hasil keberhasilan mereka dalam mengekspor budaya, tidak hanya barang dan jasa. Inilah target Indonesia selanjutnya, yaitu menyebarkan kebudayaannya di luar negeri.

 Masalah yang sedang kita hadapi saat ini adalah minimnya pendanaan dan pendidikan. Pendidikan sudah pasti dibutuhkan untuk meningkatkan masa depan generasi muda masa kini. Sedangkan pendanaan dibutuhkan untuk mengurangi besarnya suku bunga pinjaman yang saat ini sekitar 15%. Bandingkan dengan Malaysia yang hanya sebesar 2%. Belum lagi ditambah sinyal dari Amerika Serikat untuk mengurangi aktivitas kelonggaran kuantitatif yang akan berimbas pada naiknya IHSG. Akibatnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar akan semakin menurun. Indonesia sangat membutuhkan stimulus untuk emitigasi resiko. Suku bunga pinjaman perlu ditekan agar daya saing masyarakat bertambah.

Indonesia butuh untuk menjadi lebih sigap dalam melihat peluang lapangan pekerjaan. Mereka harus siap mempelajari bahasa lain untuk memasuki pasar lokal dan mendapatkan perhatian dari penduduk sekitar, terutama di kawasan Asia Tenggara. Indonesia harus melek tekonlogi dan peka budaya dengan semangat kesatuan. Para pemimpinnya harus bisa menjawab tantangan zaman dan mengedepankan nasionalisme sabagai citizens of the world.

 

  • Indra Hidayat

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya dan unik kekayaan alamnya, mulai dari pesisir pulau, hayati, sungai, kawasan karst, kawasan medan khas, dataran, hingga pegunungan. Indonesia merupakan rumah nusantara dengan penyebaran kultur di mana saja. Kendala yang kerap kali dihadapi adalah intervensi budaya (budaya yang diklaim bangsa lain), bencana, orientasi, dan perbatasan Indonesia dengan 10 negara. Yang paling menarik untuk ditekankan adalah bahwa selama ini kita melihat Indonesia sebagai negara kepulauan. Padahal Indonesia adalah lautan yang bertaburkan daratan.

Dengan sadar diri, sadar lingkungan dan sadar tujuan, sinergi untuk menuju Indonesia yang lebih baik dapat terlaksana. Petualangan dan ekspedisi Wanadri telah membuktikan bahwa kita sebagai generasi muda bisa berkontribusi secara nyata demi kemajuan Indonesia.

 

  • Tri Mumpuni

Ibu Tri Mumpuni memberikan materi bertema Integritas dan Kompetensi Untuk kan perasaan emandirian dan Kesejahteraan Bangsa pada siang hari ini. Integritas dan kompetensi sama-sama membutuhkan pengetahuan (logika) dan perasaan (empati) di mana otak digunakan untuk berpikir sedangkan hati digunakan untuk merasakan. Ketika keduanya terus bekerja bersamaan, maka kita akan memiliki akal sehat yang oleh Ibu Tri Mumpuni digambarkan sebagai memiliki aura berwarna kuning. Dengan akal sehat, maka kita dapat membaca kebutuhan Indonesia dengan baik. Sedangkan tanpanya, kita hanya membaca Indonesia untuk diri sendiri.

Definisi umum ekonomi saat ini adalah kerja/usaha manusia membuat keadaan seimbang dan dinamis untuk mencapai setinggi-tingginya kehidupan. Definisi ini terikat/terbatas pada nilai optimal untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat dan daya dukung setempat. Seringkali sumber daya alam yang dimiliki oleh warga lokal diambil sehingga menyebabkan kemiskinan bagi masyarakat lokal tersebut. Dengan kata lain, kemiskinan adalah gejala dari suatu akibat, bukan suatu hal lumrah yang terjadi di Indonesia.

Dengan empati, definisi kewirausahaan sosial menjadi setiap orang adalah unik. Mereka dapat melakukan kegiatan yang disukai dengan sebaik-baiknya. Makin baik hasil, maka akan semakin baik pula perekonomiannya. Hal ini terjadi karena manusia dilihat bukan sebagai faktor modal.

  • Seterhen Akbar

Pembicara terakhir pada seminar hari ni yang akrab disapa Kak Saska ini membahas tentang bisnis yang dimilikinya, yaitu Riset Indie. Proyek pertama yang dikerjakannya adalah proyek polaroid, di mana Kak Saska dan timnya terinspirasi dari sekelompok orang yang membeli sebuah perusahaan kamera polaroid yang sudah bangkrut dan meneliti ulang segala hal yang berhubungan dengan kamera polaroid untuk mengabadikan film analog. Selain itu, mereka juga termotivasi kenyataan bahwa apabila tidak dilestarikan, kamera polaroid akan musnah dimakan zaman. Mereka pun memulai bisnis yang didasari oleh ide seru yang kemudian berubah menjadi ide usaha. Tetapi setelah 2,5 tahun berjalan, usaha tersebut ditutup.

Proyek kedua adalah alinea, yaitu sebuah proyek animatronik berbentuk alien perempuan bernama alinea yang berasal dari planet pragraf dimana kalimat utama dan anak kalimat berperang. Mereka melakukan crowd funding untuk menggalang dana bagi proyek ini serta bekerja sama dengan orang-orang dari berbagai profesi seperti seniman, desiger, dan teknisi.

Proyek yang saaat ini sedangdijalankan adalah angkot day. Didasari oleh angkot yang suka ngetem dan berhenti sembarangan padahal sebagai transportasi umum angkot sangat diharapkan akan mengurangi kemacetan. Pada tanggal 20 September 2013, Riset Indie akan mengadakan Angkot Day di mana semua angkot jurusan Kalapa – Dago tidak akan ngetem sembarangan dan tidak akan dipungut biaya.

Selain berbicara mengeni proyek yang sudah pernah dilakukan, kak Aska juga menceritakan pengalamannya semasa kuliah bahwa penting bagi kita untuk ikut berorganisasi. Selain hard skill, kita juga harus mengembangkan soft skill kita yang jauh lebih penting ketika berada di dalam dunia kerja nanti.

 

Setelah keempat pembicara sudah memberikan semua materi, sesi pertanyaan pun dibuka. Poin-poin penting yang dapat diambil dari jawaban-jawaban yang diberikan adalah bahwa akan tiba masanya bagi generasi muda sekarang untuk duduk di kursi-kursi tinggi negara ini dan membuat perubahan yang sudah ditunggu-tunggu oleh rakyat Indonesia.perubahan bisa dilakukan oleh siapapun. Meskipun secara kecil-kecilan, ketika waktunya pas dan berjodoh pasti akan terjadi. Berkontribusilah sesuai bagian yang bisa diberikan. Dan bahwa semua persiapan membutuhkan evaluasi setelah suatu rencana dilakukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s