Resume Seminar OSKM 2013

Nama: Larissa Chairunisa Utari

NIM: 16313153
Fakultas Ilmu Teknologi Kebumian
Seminar OSKM 2013

Jum’at, 23 Agustus 2013
Seminar OSKM 2013 hari ini dilaksanakan di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) yang diawali dengan defile OHU yang sangat menarik dan diisi oleh pembicara-pembicara yang sangat berkompeten salah satunya adalah bapak Menteri Perdagangan yaitu Bapak Gita Wirjawan. Selain itu ada pembicara dari Wanadri, ibu Tri Mumpuni, dan yang tak kalah menarik ada bro Saska dari Riset Indie. Seminar OSKM 2013 kali ini dimoderatori oleh Maria Selena selaku Puteri Indonesia 2011. Sebelum seminar dimulai juga ada sambutan dari presiden KM ITB Nyoman Anjani, sekretaris jendral OSKM 2013 Benito Rayhan, dan wakil rektor bidang akademik bapak Kadarsah Suryadi
1. Gita Wirjawan
         Bapak Menteri Perdangan kita ini selain menjadi menteri beliau juga menjabat sebagai ketua PBSI. Tamatan Harvard University inilah yang dapat membakar semangat para pejuang bulutangkis kita di Guangzhou, China dengan kata-katanya, “If you want it, you’ll get it.” Kesuksesan tersebut sebenarnya ada di depan mata kita, namun tergantung seberapa jauh individu tersebut menginginkannya.
        Perekonomian Indonesia membutuhkan pemuda-pemuda yang memiliki kearifan lokal sehingga tidak menghilangkan adat istiadat atau budaya di dalam suatu daerah. Sebuah bangsa seharusnya memiliki 4 aspek yaitu:
1. Kemahiran Teknologi
2.Kesinambungan Demokrasi
3.Kekayaan Budaya
4.Kemajuan Ekonomi
         Bapak Menteri juga berharap kepada para calon lulusan ITB agar dapat membuat sesuatu yg bermanfaat bagi bangsa ini sehingga kita tidak terus menerus bergantung terhadap negara-negara luar. We have to be nasionalistic but at the same time internationalistic.
2. Wanadri
        Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan keindahan alamnya. Selama ini Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan. Namun kenyataannya Indonesia adalah negara maritim yang mempunyai lebih banyak laut daripada daratan. Dengan adanya Deklarasi Djuanda Indonesia dianggap sebagai suatu negara kesatuan. Setelah Deklarasi Juanda Indonesia 3 kali lebih besar daripada sebelumnya.
          Indonesia dilewati oleh cincin Gunung berapi sehingga material yang dapat dihasilkan sangat banyak dan ini adalah kekayaan Indonesia. Maka dari itu jadilah kita bangsa yang cinta tanah air. Merdeka!
3. Tri Mumpuni
         Seorang sosok yang sangat berjasa bagi bangsa Indonesia. Beliau adalah penggagas pemasok listrik ke daerah-daerah terpencil di Indonesia. Sudut pandang ibu Mumpuni membuat kita melihat negara Indonesia dari sisi yang lain. Bukan sebuah negara besar namun Indonesia adalah negara yang sangat kecil sehingga setiap hal-hal yang kita lakukan seharusnya dapat menimbulkan dampak bagi masyarakat lain agar kita dapat bersama-sama membangun bangsa ini menjadi yang lebih besar dan tentunya maju.
        Seorang individu harus mempunyai logika yang baik dan hati yang bersih sehingga di dalam kehidupannya logika dan hati dapat bekerjasama agar kita memiliki akal sehat. Dengan akal sehat seharusnya generasi muda dapat mengibarkan bendera Indonesia diantara perusahaan oil and gas asing sehingga dapat memakmurkan rakyatnya. Kemiskinan sebenarnya adalah gejala masalah dan bukan merupakan akar dari segala masalah. Selain dari pendidikan formal, pendidikan yang pro lingkungan dan kemasyarakatan juga perlu agar di kemudian hari Indonesia akan menjadi Indonesia yang lebih baik.
3.Bro Saska
        Seterhen Akbar yang akrab dipanggil Saska adalah pembicara terakhir di seminar ini. Saska membahas tentang risetnya yang dilakukan secara independen yang menganhkat riset-riset ringan yang ada diantara kita. Usahanya ini disebut Riset Indie. Proyek pertama yang dikerjakannya adalah proyek polaroid, di mana Kak Saska dan timnya terinspirasi dari sekelompok orang yang membeli sebuah perusahaan kamera polaroid yang sudah bangkrut karena terkikis oleh kamera digital dan meneliti ulang segala hal yang berhubungan dengan kamera polaroid untuk mengabadikan film analog agar tidak punah seperti burung dodo.
         Proyek kedua adalah alinea, yaitu sebuah proyek animatronik berbentuk alien perempuan bernama alinea. Proyek ini didasari dengan prinsip kolaborasi diantara orang-orang yang mahir dibidangnya seperti mesin, pahat, lukis, robotik dsb yang mendukung pembuatan robot ini. Alinea diceritakan berasal dari planet pragraf dimana kalimat utama dan anak kalimat berperang. Mereka melakukan crowd funding untuk menggalang dana bagi proyek ini. Semoga proyek ini berjalan dengan lancar.
         Proyek yang saaat ini sedang diriset adalah “angkot day”. Terinspirasi oleh angkot yang suka ngetem dan berhenti sembarangan sehingga macet padahal sebagai transportasi umum angkot sangat diharapkan akan mengurangi kemacetan. Pada tanggal 20 September 2013, Riset Indie akan mengadakan Angkot Day di mana semua angkot jurusan Kalapa – Dago tidak akan ngetem sembarangan dan tidak akan dipungut biaya serta aman dan nyaman bagi penggunanya.
         Kak Saska juga menceritakan pengalamannya semasa kuliah bahwa penting bagi kita untuk ikut berorganisasi. Selain hard skill, kita juga harus mengembangkan soft skill kita yang jauh lebih penting ketika berada di dalam dunia kerja nanti karena itu sangat dibutuhkan.
.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s