Resume Seminar OSKM 2013

Nama : Meidiana Larasati Utomo

NIM : 19713096

Fakultas/Sekolah : SBM

Pembicara 1 : Bapak Gita Wirjawan

 

Jumat (23/8/2013), Seminar Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa (OSKM) Institut Teknologi Bandung (ITB) kedatangan beberapa tamu istimewa yang akan menjadi pembicara pada seminar. Salah satunya adalah Bapak Gita Wirjawan. Pak Gita Wirjawan adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang menjadi Menteri Perdagangan Indonesia ke – 31 sekaligus menjadi Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Dalam seminar kali ini, Pak Gita membahas tentang situasi ekonomi Indonesia saat ini dan apa yang seharusnya kita, sebagai calon-calon pemimpin bangsa ini, harus pahami dan lakukan untuk memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia tersebut. Pak Gita menekankan bahwa Indonesia sangat membutuhkan bibit-bibit pemimpin yang menjunjung tinggi nasionalisme, yaitu pemimpin-pemimpin yang tidak lupa akan kearifan lokal dengan tidak melupakan budaya-budaya tanah airnya sendiri karena jika tidak, bangsa ini akan kehilangan jati dirinya. Namun, pada saat yang sama, kita juga membutuhkan pemimpin-pemimpin yang internasionalis, yaitu pemimpin yang mampu membawa bangsa ini menjawab tantangan global dan menjadikan Indonesia negara yang berpengaruh di dunia.

Selain itu, Pak Gita juga menyampaikan bahwa kita harus mampu meng-Garuda-kan diri kita sebagai bangsa Indonesia. Kita harus mampu menjadi pemuda-pemudi yang kental akan kearifan lokal dan juga budaya berbangsa. Saat ini kita dibanjiri produk-produk luar negeri, seperti misalnya, alat elektronik, komunikasi, dan transportasi. Hal ini mengakibatkan Indonesia saat ini tengah mengalami krisis budaya, di mana banyak dari kita lebih menyukai budaya negara lain, sehingga budaya negeri sendiri menjadi terlupakan. Dalam hal ini, Pak Gita mengatakan bahwa kita harus mengedapankan sikap bangga berbangsa. Beliau juga mengatakan bahwa budaya “murah kenyang” yang sekarang sangat populer dengan hadirnya produk-produk luar, adalah budaya yang salah parkir, sehingga harus secepatnya kita tinggalkan.

Selanjutnya, Pak Gita memberikan contoh tentang bagaimana Indonesia bisa memperbaiki keadaan ekonominya. Salah satunya dengan reformasi agraria, yaitu peralihan sistem agraria suatu negara secara keseluruhan. Salah satu negara yang berhasil menerapkan reformasi ini adalah Korea Selatan. Pada tahun 1920an, masyarakat internasional menganggap Korea Selatan adalah negara yang malas dan bodoh. Namun, setelah merdeka pada tahun 1950an, Korea Selatan bangkit dengan menerapkan reformasi agraria. Sekarang, Korea Selatan adalah salah satu negara yang berhasil mengenalkan negaranya pada dunia melalui produk-produknya dalam hal barang, jasa, dan budaya.

Indonesia saat ini sangat membutuhkan pemimpin yang bisa menjawab tantangan zaman ini. Salah satu caranya adalah menjadikan calon-calon pemimpin bangsa ini Garuda-garuda yang kreatif, terampil, berteknologi namun masih memiliki semangat kebangsaan.

Pembicara 2 : Wanadri

Indonesia adalah negara yang memiliki keberagaman yang sangat kaya, baik itu mengenai kekayaan alam, maupun kekayaan budaya. Dalam hal kekayaan alam, Indonesia adalah negara kepulauan yang 70% teritorialnya adalah perairan. Hal ini menyebabkan Indonesia sangat melimpah dengan sumber daya lautnya. Tidak hanya itu saja, Indonesia juga mempunyai gunung-gunung berapi, sungai, dan kawasan pegunungan yang juga melimpah.

Indonesia juga memiliki keberagaman budaya yang tersebar di seantero Nusantara. Namun, saat ini, Indonesia sedang mengalami krisis budaya yang cukup mengkhawatirkan, di mana banyak budaya Indonesia yang diklaim bangsa lain. Dalam hal ini, Indonesia dituntut untuk lebih melestarikan budaya-budaya lama dan pada saat yang bersamaan, menjadi lebih kreatif untuk menciptakan budaya-budaya baru.

Pembicara 3 : Tri Mumpuni

Ibu Tri Mumpuni adalah seorang pemberdaya listrik yang dianugerahi Ashden Award pada tahun 2012. Pada seminar ini, Ibu Tri berbicara tentang integritas dan kompetensi. Ibu Tri banyak bercerita tentang desa-desa yang masih belum tersentuh listrik, anak-anak di desa terpencil yang memiliki hambatan dalam pendidikan, dsb. Dalam hal ini, Ibu Tri menekankan pentingnya memiliki pemimpin yang berintegritas. Pemimpin-pemimpin seperti ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.

Ibu Tri juga mengatakan bahwa sistem ekonomi di Indonesia saat ini sudah sangat tidak manusiawi, dalam artian, ekonomi dijadikan alat untuk mencari keuntungan belaka, tanpa memikirkan dampaknya kepada lingkungan ataupun masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan seorang wirausaha sosial yang dapat membalikkan itu semua sehingga Indonesia ke depannya dapat menjadi lebih sejahtera.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s