Materi Kolaborasi

Oleh                      : Siti Nurasiah

NIM                       : 16013238

Kelompok              : 58

Kolaborasi adalah bentuk kerjasama  antar individu untuk memberikan kontribusi dari masing-masing untuk mencapai tujuan yang sama.

Tiga point dalam kolaborasi yaitu:

Team building adalah bentuk kerja sama dalam satu tim dan merupakan ide dasar. Unsur dalam kerja sama adalah saling mendukung, bersatu, menghargai, sehati-sejiwa, saling mengisi dan menguatkan, serta kompak. Dengan demikian, suatu organisasi yang mempunyai jiwa team building akan mampu mencapai tujuan bersama.

Sejarah Pergerakan. setiap perubahan-perubahan yang terjadi baik di Indonesia maupun di seluruh dunia akan selalu terjadi perubahan yang diawali dengan pergerakan, namun pergerakan tidak akan bermakna atau bersifat pasif tanpa adanya kolaborasi. sehingga dengan diberikan sejarah mengenai pentingnya kolaborasi dalam setiap pergerakan, peserta akan terinisialisasi dan bergerak untuk melakukan pergerakan.

Manajemen konflik merupakan serangkaian aksi dan reaksi antara pelaku maupun pihak luar dalam suatu konflik. Manajemen konflik termasuk pada suatu pendekatan yang berorientasi pada proses yang mengarahkan pada bentuk komunikasi (termasuk tingkah laku) dari pelaku maupun pihak luar dan bagaimana mereka mempengaruhi kepentingan (interests) dan interpretasi. Bagi pihak luar (di luar yang berkonflik) sebagai pihak ketiga, yang diperlukannya adalah informasi yang akurat tentang situasi konflik. Hal ini karena komunikasi efektif di antara pelaku dapat terjadi jika ada kepercayaan terhadap pihak ketiga.

 

Pendekatan penawaran, yaitu pendekatan dimana masing-masing pihak memberikan dan menawarkan sesuatau pada saat yang bersamaan, saling memberi dan menerima serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat kedua belah pihak yang bersangkutan

 

Pendekatan Birokrasi. Merumuskan birokrasi melalui pendekatan struktural adalah kecenderungan yang paling dominan. Dalam konteks ini rumusan yang paling tepat telah diberikan oleh Victor Thomson, yang menganggap birokrasi sebagai suatu susunan yang terdiri dari hierarki otorita dan pembagian kerja yang d.perinci secara detail. Sedangkan pendekatan perilaku (behavioral) semgkali dipahami hendak menambahkan karakteristik perilaku pada karakteristik struktura, dari birokrasi. Carl Joachim Fredrich menekankan arti pentingnya obyektivitas, pemisahan, ketepatan dan konsistensi yang d.kaitkan dengan ukuran fungsional dari pejabat administrasi.

Pendekatan Sistem (System Approach)
Model pendekatan perundingan menekankan pada masalah-masalah kompetisi dan model pendekatan birokrasi menekankan pada kesulitan-kesulitan dalam kontrol, maka pendekatan sistem (system Approach) adalah mengkoordinasikan masalah-masalah konflik yang muncul.
Pendekatan ini menekankan pada hubungan lateral dan horizontal antara fungsi-fungsi pemasaran dengan produksi dalam suatu organisasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s