RESUME SEMINAR OSKM ITB 2013

Nama    : Hadiyan Rahimi
NIM       : 19813030
Fakultas : sekolah ilmu dan teknologi hayati program rekayasa (SITH-R)

 

Dimulai dari perkenalan defile ohu itb yang terdiri dari 80 unit yang terbagi menjadi 6 rumpun kelompok

RUMPUN OLAHRAGA

  • PS – Sepakbola
  • UBT – Bulutangkis
  • UT – Tenis
  • Aikido
  • Karate
  • Judo
  • URPA – Renang
  • NAUTIKA – Menyelam
  • PerisaiDiri
  • TarungDerajat
  • Unit Softball
  • Unit Bridge
  • Percama – Catur
  • Kendo
  • HikmatulIman
  • UATM – TenisMeja
  • Pasopati – Memanah
  • Kempo
  • Taekwondo
  • Hoki
  • Capoeira Quizumba ITB
  • SyufuTaesyukan
  • Atlas – Atletik
  • UBV – Voli
  • UBG – Basket
  • Ganesha Bicycle
  • UJITEB – Judo

RUMPUN PENDIDIKAN

  • KSEP – Ekonomi
  • PRAMUKA
  • MENWA – ResimenMahasiswa
  • U-GREEN – Lingkungan
  • KMPA – PecintaAlam
  • KSR – PalangMerah
  • SEF – BahasaInggris
  • KOKESMA – Koperasi
  • ShARE – BahasaInggris

RUMPUN KAJIAN

  • HATI – Islam HTI
  • PSIK – Sosialis
  • TIBEN – Sosialis

RUMPUN AGAMA

  • GAMAIS – Islam
  • KMK – Katolik
  • PMK – Protestan
  • KMH – Hindu
  • KMB – Budha

RUMPUN SENI DAN BUDAYA

  • LSS – Sunda
  • UKM – Minang
  • PSTK – Jawa
  • PSM – PaduanSuara
  • KPA – Angklung
  • MBWG – Marching Band
  • MGG – Bali
  • STEMA – Teater
  • UKSS – Sulsel
  • UKA – Aceh
  • UBALA – Lampung
  • UKJ – Jepang
  • Loedroek – Jawa
  • ISO – Orkestra
  • Apres – Seni
  • UKIR – Irian
  • MUSI – Sumsel
  • UKSU – Sumut
  • LS – Sastra
  • UKB – Betawi
  • UKMR – Riau
  • Sahang – Bangka Belitung


RUMPUN UNIT MEDIA

  • GTV – TV
  • RK – Radio
  • ARC – Radio
  • 8eh – Radio
  • LFM – Film
  • Genshiken – Visual Modern
  • Persma – Pers
  • Boulevard – Majalah
  • MajalahGanesha

Dilanjutkan dengan Seminar OSKM ITB dengan moderator Maria Selena (Putri Indonesia 2011) dan 4 Narasumber yaitu Gita Wirjawan, Wanadri, Tri Mumpuni serta Haska. Acara dibuka dengan sambutan dari panitia OSKM yang diwakili oleh Sekretariat Jendral OSKM ITB 2013. Dalam sambutan tersebut sekjen OSKM itu berbicara tentang visi OSKM ITB 2013 yaitu berkemahasiswaan berdasarkan kearifan lokal. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Nyoman Anjani sebagai Presiden KM ITB. Dalam sambutannya Ka Nyoman berpesan pada mahasiswa ITB 2013 “Kampus Ganesha adalah tempat menuntut ilmu hingga ke langit dan akan turun kembali ke bumi untuk memakmurkan rakyatnya. Sambutan terakhir adalah dari Bapak Kadarsyah Wakil Rektor bidang Akademik.

Sesi pembicara 1 : Gita Irawan Wirjawan, menteri perdagangan RI

  • “ If you want it, you’ll get it” – Gita Irawan Wirjawan
  • Semangat kemahasiswaan sangat kental dengan kearifan lokal sesuai dengan visi dan misi.
  • Perekonomian Indonesia membutuhkan pemimpin yang mengerti akan kebutuhan masyarakatnya dan yang bisa menjawab pertanyaan di masa depan sesuai dengan kearifan lokal
  • Kita hanya bisa sukses dengan mengedepankan pluralisme suatu bangsa, dengan itu kita bisa meningkatkan perekonomian Indonesia. Kemudian, kita harus meng-garuda-kan diri kita sendiri, dengan andalan juara-juara yang akan bersinar di masa depan. Kita harus penuh dengan budaya yang bangga berbangsa.
  • Jadilah garuda-garuda yang kreatif, terampil, intelektual teknologi yang bersemangat kebangsaan.
  • Selanjutnya tentang wanadri yang mana perhimpunan penempuh rimba dan pendaki gunung, merupakan organisasi yang bergerak di kegiatan alam bebas. Indonesia tidak hanya kekayaan alamnya yang beragam, tetapi juga kultur dan penduduknya. Wanadri ini menyalurkan bakat dan minat, berorientasikan tentang pendidikan, pengembangan karakter, penjelajahan yang mengembangkan ilmu pengetahuan.
  • Selanjutnya, tentang integritas dan kompetensi yang disampaikan oleh ibu Tri Mumpuni, seorang pemberdayalistrik yang dianugrahi Ashden Awards2012. Berdasarkan integritas dan kompetensi terbagi atas pengetahuan (logika) dan perasaan (empati),  kita harus menyatukan antara logika dan empati di hati agar mereka saling berhubungan dengan baik. Kita bisa mewujudkan mimpi anak-anak Indonesia dengan menjadi pemimpin yang berintegritas.
  • Selanjutnya, Riset Indie yang dipresentasikan oleh kak Saska selaku pendiri, CEO. Riset indie ini sebagai inkubator ide usaha dari berbagai pikiran individu maupun kelompok yang ingin membuat suatu hal yang bisa membangun. Contohnya , sebuah pengenalan project Alinea, projek animatronik pertama di Indonesia. Selain itu, riset indie membuat suatu rencana yang sedang berjalan saat ini adalah Angkot Day. Hari dimana angkot Kalapa dago nyaman, aman dan gratis!

 

KOLABORASI

Apa itu kolaborasi? mari kita lihat penjelasannya

Kolaborasi adalah bekerjasama antar individu satu sama lain yang saling berkontribusi dengan kelebihan masing-masing individu untuk mencapai tujuan bersama. Contohnya membuat tulisan #untukIndonesia. Tujuan kolaborasi itu yang pertama yaitu memecahkan masalah, kedua menciptakan sesuatu, dan menemukan sesuatu di dalam sejumlah hambatan.

Agar mempercepat proses kerja ada 3 poin kolaborasi, yaitu:

  1. Team Building, merupakan ide dasar dimana setiap individu dapat bekerjasama dalam kelompok untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan. Tidak ada individu yang egois
  2. Sejarah pergerakan
  3. Management conflict

Ada tiga pendekatan konseptual utama untuk mengelola konflik keorganisasian, yakni:

  1. Bargaining approach

Maksudnya dengan pendekatan penawaran, merujuk pada kelompok kepentingan yang berkompetisi karena keterbatasan sumber daya. Cara mengatasi konflik ini dengan membagi secara merata kesempatan memperoleh sumberdaya atau mengurangi keinginan untuk mendapatkan sumberdaya.

  1. Bureaucratic Approach, pendekatan birokratis. Model ini merujuk pada hubungan kewenangan secara vertikal di dalam struktur hierarkhir. Konflik ini terjadi apabila pihak lawan melakukan pengendalian ke bawah, tetapi mereka menolak untuk dikendalikan. Cara untuk mengatasi konflik ini yaitu mengganti aturan-aturan birokratis yang bersifat impersonal untuk pengendalian personal.
  2. Systems Approach, pendekatan sistem. Apabila pendekatan antara penawaran dan birokratis gagal diselesaikan, maka pendekatan berisi koordinasi berbagai masalah. Pendekatan ini merujuk pada hubungan horizontal dan kesamping diantara fungsi-fungsi.

Ada 2 strategi untuk mengurangi konflik ini, yaitu:

  • Mengurangi perbedaan terhadaptujuan dengan mengubah insentif atau melakukan seleksi yang sesuai.
  • Mengurangi saling ketergantungan fungsional dengan mengurangi ketergantungan pada penggunaan sumberdaya bersama-sama dengan mengurangi tekanan untuk konsesus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s