Resume Materi K3

Pada pertemuan kelompok di basecamp yang pertama kemarin, taplok kelompok 58 dengan berapi-api menjelaskan kepada kami tentang cara berpikir K3. Ditemani oleh suasana yang remang-remang dan sangat mendukung untuk jatuh tertidur, kami pun mengeluarkan alat tulis dan mencatat dengan seksama mengenai penjelasan yang diberikan (kok bisa ya?). Oiya, apa itu K3? K3 adalah singkatan dari Kritis, Kreatif dan Konstruktif. Bagaimana sih cara berpikir K3 itu?

  1. Kritis

Salah satu ciri berpikir secara kritis adalah dengan melihat setiap masalah yang kita hadapi dari berbagai sisi. Dalam hidup, kita sering kali dihadapkan pada berbagai masalah, mulai dari hal kecil yang sepele tapi sangat menjengkelkan hingga masalah besar yang bahkan menyangkut hidup dan mati seseorang. Setiap masalah yang timbul pasti memiliki penyelesaian atau pemecahan, tidak hanya satu tetapi puluhan, ratusan, ribuan, bahkan tidak terhingga. Tetapi, tidak jarang pula kita menghadapi jalan buntu dan tidak tahu harus mulai dari mana untuk menemukan satu saja penyelesaian tersebut. Tidak seperti jalan buntu yang sering kita temui di gang-gang kecil, sebuah masalah memiliki banyak sekali jalan tersembunyi yang menunggu untuk kita temukan. Hanya saja kita belum melihat celah tersebut. Bisa jadi kita sedang melihat ke arah yang salah atau memang jalan tersebut sengaja bersembunyi dan menggelitik rasa penasaran kita sembari menunggu untuk ditemukan. Tinggallah kita sebagai sang penjelajah yang harus mencari jalan-jalan tersembunyi itu. Mungkin saja kita sedang melihat ke arah yang salah atau, sama seperti memecahkan teka-teki mogu-mogu, kita berpikir terlalu serius pada pemecahan yang dimiliki sangat sederhana. Ciri-ciri cara berpikir kritis lainnya adalah selalu mempertanyakan pernyataan atau argumen seseorang. Jangan begitu saja menerima setiap perkataan orang lain tanpa kita cerna telebih dahulu. Bukan berarti kita harus curiga dan berpikiran negatif terhadap orang lain. Setiap argumen pasti mempunyai bantahan dan tugas kita adalah menemukan pemikiran lain yang masih tetap memiliki intisari dari argumen tersebut tetapi memiliki ide yang lebih baik, efektif, efisien, dan sifat-sifat positif lainnya yang bisa memberi nilai lebih bagi argumen tersebut. Cara berpikir seperti ini bisa kita latih dengan berdebat dengan diri sendiri lhoo. Kalo berdebatnya sama orang lain kan bisa bikin emosi, kalo sama diri sendiri yaa emosi sendiri, hehe.. Caranya adalah dengan menjadi dua sisi sekaligus, yaitu pihak yang pro dan kontra terhadap sebuah argumen. Pastinya kita harus menyerang kembali diri kita dengan cara berpikir yang bertolak belakang terhadap setiap argumen yang diri kita sendiri berikan. Tetapi dengan cara seperti ini, kita bisa menilai setiap argumen dari dua sisi sekaligus. Cara berpikir kritis sangat dibutuhkan oleh setiap individu dan dapat terlihat dari cara seseorang memberikan pendapatnya, baik secara lisan maupun tertulis. Nah, cara berpikir inilah yang akan menentukan nilai kita di mata orang lain, terutama saat persaingan di dunia kerja semakin ketat. Orang yang berpikiran kritis pasti memiliki nilai lebih dibandingkan mereka yang hanya mendengarkan dan menerima. Oiya, jangan lupa argumen yang kita berikan juga harus didasari alasan yang solid dan masuk akal yaa J

  1. Kreatif

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kreatif berarti memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan. Sejalan dengan makna tersebut, cara berpikir kreatif menuntut kita untuk mencari solusi dari masalah yang kita hadapi dengan cara kita sendiri, yang penting bagaimana cara kita untuk menyelesaikan masalah tersebut seunik-uniknya dan sebeda mungkin dari orang lain atau bahasa lainnya inovatif! Tidak ada individu yang memiliki cara berpikir yang sama dan pastinya penyelesaian masalah yang diberikan pasti berbeda pula. Misalkan apabila pada tahun 2013 Indonesia memiliki 250 juta penduduk, pasti akan ada 250 juta cara memberantas korupsi. Nah, sekarang gimana caranya agar solusi yang kita berikan tidak sama dengan orang lain? Pastinya bosen dong ngedengerin pemecahan yang itu-itu aja, seperti dihukum penjara, mati, pancung, rajam, dan lain  sebagainya. Sekarang apabila kita sudah menemukan solusi yang menurut kita oke banget, mungkin ga ada orang lain, satu aja dari 249.999.999 orang , yang bakal punya pemikiran yang sama kayak kita? Di sini lah otak kita bener-bener keliatan cara kerjanya. Kreatif itu bukan bakat lhoo, tapi kemampuan yang harus diasah terus menerus. Kalo kita kerjanya cuma ikut-ikutan gimana bisa jadi pemenang?😉

  1. Konstruktif

Last but not least, adalah cara berpikir konstruktif alias membuat solusi yang efektif dari cara berpikir kritis dan kreatif yang udah dibahas tadi tanpa menimbulkan masalah baru. Kita sudah mempertanyakan setiap argumen. Kita juga sudah menemukan penyelesaian yang unik banget, ga ada duanya di dunia. Tapi apakah penyelesaian tersebut bisa membuat apa yang sudah ada saat ini menjadi lebih baik? Apakah penyelesaian tersebut bisa membangun dan mendukung apa yang sudah ada saat ini? Namanya aja konstruktif, sama seperti bangunan alias konstruksi, pasti orang-orang yang ngebangun bangunan tersebut ingin bangunan tersebut jadi secara sempurna sesuai rancangan para arsiteknya dan dapat berguna bagi orang-orang yang akan menggunakannya. Ga ada kan pekerja yang ingin bangunan tersebut tiba-tiba rubuh atau malah mengganggu penduduk yang sudah tinggal di sekitar tempat tersebut terlebih dahulu? Sekarang anggap diri kita sebagai sang arsitek sekaligus para pekerja dan mandor yang membangun bangunan yang tidak lain adalah penyelesaian dari masalah yang kita hadapi. Bagaimana caranya agar bangunan yang sudah kita pertimbangkan sebaik mungkin penyebab dan visi misi pembangunannya secara kritis serta cara pembangunannya yang kreatif tidak akan menjadi suatu bangunan yang pembangunannya berhenti di tengah jalan atau bahkan rubuh dan menimpa orang lain serta diri kita sendiri? Jawabannya ada di dalam pikiran kita sebagai sang arsitek dan insinyur😀

 

Gimana teman-teman? Penting banget kan cara berpikir K3 itu? Otak yang kita miliki sekarang ini adalah aset kita yang paling berharga dan ga seperti flash disk atau hard disk yang cuma bisa dibuat menyimpan memori, otak kita bisa diajak berpikir dan memodifikasi memori tersebut. Tinggal bagaimana caranya kita membiasakan diri untuk berpikir secara K3 yang pastinya penting banget, karena kalo ga penting ga bakal dijadiin materi pertama kumpul kelompok bareng kita, hehe..

 

Sekian penjelasan dari saya, kalo mau komen monggo, ditunggu looooh :DDD

PS           : fotonya menyusul yaa :B

 

Nama    : Jessica

NIM       : 16613382

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s